Jumat, 27 Juli 2012

Nijikon..Whyyyy???






 
Beberapa waktu yang lalu gw iseng liat liat foto di sebuah situs yang bernama japan is weird..di sana adalah situs yang spesial menampilkan foto foto tentang kelakuan aneh masyarakat jepang ,,dan gw
 menemukan beberapa foto seperti di atas..timbul lah pertanyaan di benak gw....orang2 ini knaaapaaa??..udah ga laku lagi di dunia nyata??  kalian itu berbeda dunia..banguuun,back to reality..suka sih suka ,tapi ga segitunya juga kaleee,..its so pathetic..

setelah searching kesana kemari,baru dah dapat info tentang penjelasan tentang apa yang terjadi ,mereka itu ternyata adalah yang orang 2 yang di sebut dengan Nijikon. Nijikon adalah istilah slang dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk merujuk orang yang hanya tertarik atau terobsesi dengan wujud dua dimensional berupa karakter anime, manga, dan permainan video, yang notabene merupakan depiksi dua dimensi di atas kertas atau layar, serta figur boneka dari karakter tersebut. Istilah ini merupakan singkatan dari istilah Nijigen kompurekkusu ( Kompleks 2 Dimensi).
Otaku (pecinta anime, games, manga, dsj) yang terobsesi kepada salah satu atau lebih karakter dalam anime, manga, atau permainan video menyebut diri mereka sebagai Nijigen Otaku (Niji Ota) atau Otaku penggemar 2 dimensi. Sebaliknya, Otaku sendiri tidak pernah mengaku dirinya menderita Nijikon.Dan Pada kasus yang serius, laki-laki penderita Nijikon hanya memiliki rasa cinta kepada karakter perempuan dalam anime, manga, atau permainan video. Pada pria maupun wanita penderita Nijikon, minat seksual terhadap manusia lawan jenis atau kehidupan nyata sudah tidak ada lagi ,:O

Biasanya orang yang sudah pernah jadi nijikon akan sulit untuk kembali menjadi normal lagi.
Orang pengidap nijikon kadang suka dianggap aneh sama orang lain dan biasanya memiliki sikap yang sulit bersosialisasi.

hmmm.....,,gw adalah seorang pencinta manga,mungkin  kalian juga,,dan kita mengklaim bahwa kita bukan seorang Nijikon, Atau setidaknya, belum menjadi. Tapi kita tentu ingin mengenal dan mengetahui segala sesuatu tentang animanga bukan? bisa jadi suatu saat kita akan menjadi seperti mereka..hehe..,,intinya  Jangan keseringan liat animanga… inget hidup diluar sana.




Kamis, 26 Juli 2012

Orphan


Beberapa hari yang lalu gw baru nonton sebuah film bergenre psychological thriller di sebuah stasiun tv swasta yang menurut gw cukup menegangkan,judul nya Orphan (2009)..pertama pertamanya sih gw ga terlalu tertarik,soal nya ga nonton dari awal jadi ga terlalu ngerti ni film apaan ,tapi setelah di paksain nonton malah jadi penasaran sendiri,apalagi melihat Isabelle Fuhrman yg berperan sebagai Esther,seorang anak manis  tapi kejamnya minta ampun...bayangkan..anak cewe sembilan tahun ngebunuhin orang orang dan keluarganya sendiri,..benar benar psycho...

cerita nya diawali saat Kate Coleman (Vera Farmiga) dan suaminya John (Peter Sarsgaard) mengalami guncangan dalam pernikahan mereka setelah anak ketiga mereka meninggal ketika akan di lahirkan.pukulan berat bagi Kate, yang juga baru pulih dari kecanduan alkohol. Pasangan ini kemudian memutuskan untuk mengadopsi seorang gadis 9 tahun dari Rusia, Esther (Isabelle Fuhrman)
Kate menjadi curiga bahwa mungkin ada masalah dengan latar belakang Esther ketika Esther mengungkapkan pengetahuan jauh lebih banyak tentang seks daripada anak seusianya setelah menyaksikan John dan Kate melakukan hubungan intim, Dia mengatakan "Saya tahu mereka bercinta." Kecurigaannya semakin menjadi  ketika Ester mendorong seorang gadis di sebuah taman,,lebih curiga lagi ketika Suster Abigail (CCH Pounder), kepala panti asuhan, memperingatkan dia dan Yohanes bahwa hal-hal buruk tampaknya selalu terjadi di sekitar Esther .,dan sepulang dari rumah mereka,suster itu di temukan mati dengan pukulan palu di kepalanya. Kate yakin bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan Esther, tapi John tidak percaya padanya. Ester terus memperlihatkan perilaku yang semakin aneh, seperti lukisannya mulai menunjukkan pembunuhan mengerikan. Mencoba untuk mengetahui lebih lanjut tentang Ester, Kate menemukan Alkitab milik gadis itu dan menemukan bahwa ia datang dari Institut Saarne di Estonia, dan pernah berada di rumah sakit jiwa.Esther kemudian membunuh kakak angkat nya (Daniel),merayu ayah angkatnya (John) dan kemudian juga membunuhnya,,tapi dia gagal membunuh ibu(Kate) dan adik angkatnya (Max),, saat
Esther mencoba berulang kali untuk menikam Kate. Max kemudian mengambil pistol dan menembak Ester,itu membuat Esther dan Kate jatuh masuk ke dalam lubang danau yang beku,Leena menyembunyikan pisau di belakang punggungnya, berpura-pura memohon, "Tolong, Bu , jangan biarkan aku mati. "Kate dengan marah menjawab, "Im not your fucking Mom!" (yeaaaah..i like it,hehe..)Dia menendang Leena di wajah,mematahkan leher nya dan mengirimkan Esther kembali ke kolam ,tenggelam selama lamanya.
 
di sepanjang film gw heran kok bisa bisa nya anak sekecil itu melakukan manipulasi dan pembunuhan pembunuhan selihai itu,jangan jangan ni anak kesambet setan seorang pembunuh pikir gw,,,dan
di akhir cerita baru di jelasin bahwa  sebenarnya Esther ternyata adalah seorang wanita berumur 33-tahun bernama Leena Klammer. Dia memiliki hypopituitarism, suatu kondisi dimana seseorang terhambat pertumbuhan fisiknya, dan Esther telah menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang pembunuh berantai yang menyamar sebagai seorang gadis kecil. Dokter mengatakan bahwa Leena sangat kejam dan telah membunuh sedikitnya tujuh orang, dan bahwa dia mempunyai bekas luka di leher dan pergelangan tangan, yang selalu ditutupinya. Di antara korbannya adalah sebuah keluarga Amerika yang mengadopsinya di Estonia dan membawanya ke Amerika Serikat.dan
tentang masa lalu Esther mengapa ia berusaha merayu ayah angkatnya. Dia dianiaya oleh ayahnya selama bertahun-tahun, dimulai ketika ia masih bayi, ini pelecehan seksual pada usia yang sangat muda dan menghancurkan masa depan nya untuk memiliki anak sendiri. Ayahnya kemudian mengambil kekasih lain, memberitahu Esther bahwa, karena kondisinya, dia tidak pernah bisa menjadi wanita sejati. Dia pun membunuhnya  dan akhirnya dikirim ke Saarne, rumah sakit jiwa. Setelah melarikan diri dari Saarne, ia bekerja sebagai pelacur di Estonia selama bertahun-tahun, sebagian besar melayani pedofil2 kaya. Ketika ia ditangkap karena ini, ia terus berpura-pura menjadi seorang anak untuk tetap keluar dari penjara dan dikirim ke panti asuhan.

Ester melihat dirinya sebagai terjebak di dalam tubuh seorang anak, dan jijik padanya. Dia ingin "tumbuh" dan menjadi istri, ibu, dan seorang kekasih (apa yang ayahnya anggap sebagai "wanita sejati"), dan mencoba untuk menemukan "cinta" di mana dia pikir dia bisa punya seorang anak, dengan ayah baru nya.....ironis..:_(


SHUTTER ISLAND

Shutter Island

Saat berkunjung ke rumah seorang teman lama,gw di rekomendasiin sebuah film berjudul Shutter Island ,,sebuah film thriller Amerika Serikat tahun 2010,kebetulan dia tahu kalo gw suka dengan film film yang berbau misteri dan detektif2 an kyak gini,film ini di bintangi salah satu aktor favorit gw yaitu si ganteng leonardo di caprio..dan gw kira dia emang pas banget berperan sebagai  Teddy Daniels,Seorang marshal AS yang bersama seorang rekannya yg bernama Chuck Aule (Mark Ruffalo) ditugaskan menyelidiki hilangnya seorang pasien dari sebuah rumah sakit jiwa untuk penjahat di sebuah pulau di Massachusetts..

dari awal suasana di film ini emang  mencekam ,di tambah dengan musik latar yang menegangkan.alur ceritanya pun membuat gw selalu bertanya tanya ap yang akan terjadi selanjutnya..
Pada awal film, kita pasti mengira kasus  hilangnya seorang pasien yg bernama Rachel Solando merupakan kejahatan konspirasi yang dilakukan orang-orang dalam. Rumah sakit itu pun hanyalah kedok dari proyek eksperimen pikiran yang dijaga ketat oleh sekumpulan sipir bersenjata. Sebuah rumah jagal yang berkedok rumah sakit. Teddy pun mengendus hal-hal ganjil di pulau itu. Apalagi para petugas di sana tampak enggan berkomentar dan menghalang-halangi investigasi. Bersama Chuck, ia mulai menginterogasi penjaga dan sahabat Rachel yang terkait dengan malam raibnya Rachel.
Babak selanjutnya penuh kejutan. Hal ini tampak dengan berubahnya perilaku Teddy yang sering terserang migrain dadakan. Ia pun sering berhalusinasi dengan masa lalunya. Migrain ini sebenarnya sudah tampil di awal cerita—ketika ia masih di dalam sebuah feri di perjalanan ke Shutter Island. Ia mencoba menenangkan diri ketika berada di tengah lautan lepas. “Percayalah, ini hanyalah air,” begitu katanya.
Teddy pun dibombardir dengan mimpi buruk. Ia kembali pada kepingan-kepingan masa lalunya ketika bertugas sebagai serdadu dalam pembebasan Dachau dari kekejaman Nazi. Bayangan mayat yang bergelimpangan, tahanan Yahudi yang sekarat, dan seorang kolonel Nazi yang bunuh diri menjadi mimpi menyeramkan. Terlebih lagi, mimpi buruk didatangi mendiang istrinya, Dolores (Michelle Williams), yang awalnya diceritakan mati akibat apartemen tempat mereka terbakar (tepatnya dibakar) oleh seorang lelaki pembunuh bernama Andrew Laeddis yang menurut istrinya masih berada di penjara itu. Ia pun terobsesi mencari sang pembunuh.
Memasuki babak ini, film besutan Martin Scorsese mulai tampil penuh labirin. menggoyahkan asumsi awal kita. Alurnya yang awalnya lambat, mulai bergerak lincah, jamak suspensi, dan penuh lompatan. Di satu sisi, film ini masih menceritakan upaya marshal melanjutkan investigasi yang semakin dikuatkan dengan keganjilan-keganjilan dari para petugas. Di satu sisi, film ini menampilkan secara meloncat mimpi-mimpi buruk Teddy. Dolores muncul lagi menghantuinya dan mendesaknya untuk pergi dari tempat itu kecuali kalau dia mau mati. Sementara, badai yang menumbangkan pepohonan ditampilkan untuk menambah aksen angker latar pulau itu. Termasuk kabar bahwa tidak akan ada kapal yang merapat—yang diyakini Teddy sebagai satu-satunya cara untuk lari dari pulau keparat itu.
Batasan waras dan tidak waras mulai pudar. Sulit dibedakan. Siapa yang gila dan siapa yang jahat juga menjadi rancu. dan kita pun di paksa untuk menebak nebak.

Tapi, sang sutradara (Martin Scorsese) lihai membawa penonton kembali ke  asumsi awal bahwa Teddy seorang marshal waras yang sedang bekerja keras mengungkapkan konspirasi jahat. Ia seorang detektif yang malang yang dijebak dalam kompleks bangunan dengan arsitektur penuh intimidasi itu. Di tengah investigasinya, Dokter Cawley bersama Dokter Naehring mengabarkan Rachel sudah ditemukan. Teddy pun dipertemukan dengan Rachel. Usai pertemuan itu, Teddy diserang migrain dan halusiansi. Termasuk ketika ia menemukan dan mengejar Andrew Laeddis di sebuah bangunan terpisah. Pengejaran itu mempertemukannya pada sosok George Noyce—mantan pasien Ashecliffe yang kembali lagi karena kasus pembunuhan. Noyce membeberkan informasi tentang sebuah mercusuar di tepi pulau yang digunakan untuk eksperimen bedah kepala. Dia pula yang memberitahu Teddy bahwa dirinya dijebak di pulau dan meyakinkan dirinya hanya seorang diri dalam tugas investigasi itu. Saat itu, Teddy sudah berpisah dari Chuck Aule. Ia pun mulai meragukan Chuck Aule.
Hal ini dikuatkan saat sedang mencari Chuck yang hilang di karang, ia bertemu seorang perempuan yang ia yakini sebagai Rachel Solando yang sebenarnya. Perempuan ini bersembunyi di sebuah gua di dinding tebing. Perempuan itu meyakinkan dirinya  dalam bahaya. Ia pun menegaskan tidak ada lagi teman di pulau itu. Termasuk memperingatkan Teddy untuk tidak menerima rokok maupun minuman dari mereka karena sudah diberi obat khusus untuk mengontrol pikiran. Pertemuan dengan Rachel membuat Teddy semakin yakin adanya konspirasi bohong dari Dokter Cawley dan antek-anteknya.
Sampai akhirnya, Teddy pun memutuskan menerobos laut menuju mercusuar guna membongkar eksperimen jahat seperti dikatakan Noyce. Usai melumpuhkan dan merebut senapan milik penjaga, ia pun menerobos masuk sampai ujung mercusuar. Di sana, Dokter Cawley sudah menunggu di balik meja. Teddy langsung menodongkan senapan ke Cawley. Cawley mengatakan senapan itu kosong dan memang terbukti kosong. Tanpa lama, seorang masuk. Tak lain Chuck Aule yang sempat sebelumnya ia lihat terempas di karang. Chuck mendekati Teddy sambil mengenalkan diri sebagai Dokter Sheehan—dokter yang selama ini mendampinginya menjalani masa terapi dan mengantarnya ke Shutter Island. Martin Scorsese mengguncang kemapanan berpikir penonton. Martin seakan mau membalik asumsi lagi  bahwa Teddy benar-benar seorang sakit jiwa dan bukan seorang marshal waras yang sedang membongkar konspirasi jahat. Kembali batasan waras dan gila menjadi tak jelas.
Di menit terakhir, digambarkan Teddy sedang bercakap dengan Dokter Sheehan, dan memanggilnya dengan Chuck Aule lagi. Teddy masih menganggapnya sebagai mitra untuk meneruskan investigasinya. Lalu Sheehan menatap dokter Cawley yang berdiri jauh di taman sambil menggelengkan kepala—seolah memberikan sebuah kode tertentu yang sangat multitafsir bagi penonton. Teddy berjalan menuju taman disusul beberapa petugas rumah sakit. Teddy sempat melontarkan kalimat sakti: “lebih baik tetap hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik.”  Tamat!

 Teddy Daniels itu seorang sakit jiwa atau seorang marshal waras yang sedang melakukan investigasi dan terjebak di Shutter Island?  kalo menurut gw sih sebenarnya si teddy itu emang gila tapi di akhir fil dia sudah sembuh tapi dia memilih mati daripada ntar nya kumat lagi gilanya,hehe..


sampai saat ini klo ad waktu senggang ,gw masih nonton ni film..terkadang gw ajak beberapa teman buat nonton bareng,jadi ada topik perdebatan sehabis nonton,hehe..apalagi kalau nonton sambil party magic mushroom,mungkin bakalan jadi gila beneran yah..:D cigarettes boss !!!



Senin, 09 Juli 2012

Lets Go Hey HO.!!!,,
kenalin..,nama gua Asfi biasa di panggil Chemoet Lets Go
ini adalah posting pertama gue,hehe.
bingung nih mo nulis ap..,,dr td nge blank ni otak..
doain aj deh ni otak bisa bekerja lagi biar bisa nulis di postingan berikutnya
cu ..keep rock n roll: D